Satlantas Polres Kotim laksanakan Ops Patuh Telabang 2019

By Administrator Published on 46:04, 29 Aug 2019.
Satlantas Polres Kotim laksanakan Ops Patuh Telabang 2019

Sampit – RN. Polri dalam rangka mengedukasi masyarakat agar menciptakan situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang tertib,  maka secara serentak di seluruh Indonesia diadaka operasi lalulintas termasuk di Polda Kalimantan Tengah dan seluruh Polres di wilayah Hukumnya termasuk di Kotim kegiatan yang dimulai pada senin (29/4/2019) bertujuan untuk menekan agar kecelakaan yang terjadi di jalan umum bisa diturunkan terutama kaum milineal khususnya diwilayah Kalimantan Tengah.

Sasaran operasi berupa saat berkendaraan menggunakan handphone, tidak menggunakan sabuk keselamatan, melawan arus, berkendara di bawah pengaruh alkohol, miras dan narkoba penertiban yang akan dilakukan juga termasuk berkendara di bawah umur, melebihi kecepatan maksimal, Menggunakan bahu jalan bukan untuk peruntukannya.

Operasi keselamatan tersebut diprioritaskan kegiatan pendidikan masyarakat yang mampu mewujudkan rasa simpatik masyarakat dalam berkendara dan masyarakat lainya.

Khusus pada Jajaran Polres Kotawaringin Timur tidak hanya menerapkan Operasi Patuh Telabang terhadap masyarakat saja, namun juga kepada personel polisi yang melanggar. 

"Kami tidak hanya melakukan operasi terhadap masyarakat saja, namun juga bagi anggota kami," ujar Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Wakapolres Kompol Endro Aribowo, Kamis, 29 Agustus 2019. 

Hal itu dilakukan karena sesuai amanat dari Kapolda Kalteng Irjen Pol Ilham Salahudin agar Operasi Patuh Telabang diharapkan tidak ada komplen dari masyarakat.

Sehingga pihaknya juga melakukan penertiban di dalam agar tidak ada perbendaan antara anggota polisi dan masyarakat umun lainnya. 

"Nanti Kasat Lantas Polres Kotim menggandeng Kasi Provam untuk menindak anggota yang melanggar aturan lalu lintas, sehingga tidak ada komplen nantinya dari masyarakat," katanya. 

Sementara itu operasi ini dilaksanakan sejak hari ini 29 Agustus 2019 hingga 11 September 2019. Sasaran utama dalam pelaksanaan tersebut yakni pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm standar, pengemudi roda empat yang tidak menggunakan safetybelt, pengendaraan bermotor (ranmor) yang masih di bawah umur, ranmor yang menggunakan lampu strobo rotatator serta sirine, muatan berlebih, melanggar alat pemberi isyarat lampu lalu lintas Operasi tersebut juga sebagai upaya untuk menekan jumlah korban kecelakaan lalu lintas, dan meminimalisasi kemacetan lalu lintas dengan harapan masyarakat dapat mematuhi peraturan lalu lintas sesuai dengan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan,” Imbuhnya. (Tim – RN)

Share

0 Comments

Join the Conversation