Raker PDAM Se-Kalteng di Sampit.

By Administrator Published on 58:04, 14 Mar 2018.
Raker PDAM Se-Kalteng di Sampit.

Sampit – RN. Bupati Kotim H. Supian Hadi , S.Ikom Rabu 14 maret 2018 Resmi membuka  Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Se Provinsi Kalimantan Tengah  di Kabupaten Kotawaringin Timur Kota sampit

Acara yang dihadiri oleh seluruh direktur PDAM se-Kalteng ini, membahas berbagai masalah, terutama mengenai segala  kebutuhan PDAM dan juga akan membahas berbagai kendala yang dihadapi oleh PDAM.

Dalam sambutan Bupati Kotim H. Supian Hadi , S.Ikom mengatakan “ Pelayanan Untuk memenuhi Kebutuhan dasar masyarakat dibidang Air harus sesuai Undang-undang yaitu kwalitas dan kwantitas dengan dana bertahap kita kejar-kejaran dengan pembuatan instalasi guna menyalurkan air di sisi lain kita dihadang dengan Pipa yang sudah tertanam berkarat dan harus diganti, tapi PDAM harus tetap Bersemangat bekerja pake hati walaupun tak bias memuaskan semua pihak,” ujar Bupati Kotim H. Supian Hadi , S.Ikom.

Seluruh Personil PDAM Sampit dibawah Pengawasan Halikinnor dan di komandani oleh Firdaus dengan dana penyertaan 2017 sebesar Rp 32 M diharuskan memberikan pelayanan terbaik dan harus bias memberikan kontribusi  bagi dana PAD Kotim, Karena kalau bias Kita harus Kurangi Pajak dari masyarakat kecil.

Bupati kotim Memimpikan Di kotim ada beberapa titik Keran air bersih yang dapat langsung diminum serta pembuatan jaringan pipa air sampai ke Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit karena untuk mendukung Destinasi Wisata pantai. “itu bias tidak berat asal mau berfikir dan bekerja karena sesuai dengan RPJM dan Nawacita ” Kata Supian Hadi.

Dalam Laporannya Direktur PDAM Sampit menuturkan, bahwa kegiatan Rakerda PDAM yang dilaksanakan di Kotim ini, akan bisa memberikan pemecahan setiap masalah dan kendala, bagi PDAM untuk memaksimalkan pelayanan terhadap 29.000 pelanggan.

"Semoga dengan dilaksanakannya Rakerda ini, nantinya banyak solusi yang didapatkan sebagai bahan bagi PDAM se-Kalteng di Rakernas dan demi peningkatan pelayanan kepada para pelanggan secara maksimal," kata Firdaus.

Selain itu, Firdaus juga mengatakan bahwa pada bulan Maret 2018 ini, juga dimulai pelaksanaan kegiatan pembangunan instalasi air bersih, berkapasitas 200 liter per detik.

"Selain Rakerda, kegiatan tersebut juga sekaligus rangkaian meresmikan instalasi air bersih berkapasitas 100 liter per detik, yang sudah selesai dibangun pada tahun 2016 lalu sekaligus pembangunan instalasi air bersih berkapasitas 200 liter per detik," jelasnya.

Selanjutnya, Firdaus menerangkan bahwa instalasi air bersih berkapasitas 200 liter perdetik ini, akan dibangun berdampingan dengan instalasi air bersih 100 liter perdetik. Dengan penambahan kemampuan 200 liter perdetik ini, ditargetkan akan mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk 16.000 sambungan baru.

Dalam Sambutan lain Ketua DPD Perpamsi Kalteng Sapriansyah mengatakan, kegiatan itu merupakan wujud nyata Tukang leding se-Kalteng untuk ikut serta mewujudkan Kalteng Berkah dan peningkatan kualitas pelayanan di seluruh kantor PDAM. Hal itu bertujuan untuk pengoptimalan pelayanan dan tidak ada lagi PDAM dikategorikan yang ”sakit”.

”Dalam rakerda DPD Perpamsi se-Kalteng saat ini, kami prioritaskan kinerja PDAM dalam meningkatkan kinerja untuk kemajuan Kalteng,” tutur Ketua DPD Perpamsi Kalteng Sapriansyah

Sapriansyah menuturkan, tujuan lain adalah untuk kemajuan PDAM se-Kalteng, terutama dari sektor sumber daya manusia, agar mampu mewujudkan pola atau sistem pelayanan terpadu.

Selama ini, lanjutnya, kendala PDAM adalah terkait infrastruktur dan air baku. Pihaknya memfokuskan perbaikan dan peningkatan, terutama air baku. Hal itu agar pelayanan PDAM prima dan berkualitas, berkuantitas, serta produktivitas lebih baik.

Sapriansyah menambahkan, langkah peningkatan terus dilakukan. Salah satunya melalui teknologi online. Sudah ada beberapa persen sistem pelayanan menggunakan online.

”Contohnya di Pangkalan Bun, sudah dipercaya masyarakat. Bisa dikatakan PDAM layak walaupun terkadang ada keluhan terkait kualitas air. Hal itu akan diperbaiki,” paparnya.

Dalam Akhir Sambutannya Bupati Kotim mengungkapkan Pada saat pertama menjabat di Tahun 2010 PAD Kotim  hanya Rp 37 m, di tahun 2018 Rp. 215 M, nanti terus meningkat di tahun 2020 ke angka Rp 500 M itu harus tercapai dengan Berfikir dan kerja keras. Dijelaskan juga  50% lagi pasilitas aikon Jelawat akan mulai dilanjutkan pembangunannya dengan alokasi Dana APBD Rp 35 M “nantinya di aikon jelawat akan ada Tower, air mancur, akuarium untuk seluruh jenis ikan” kata supian Hadi.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sampit, DPRD Kotim akhirnya hanya menyetujui sebesar Rp 32 Miliar. Dana tersebut dikucurkan bertahap, hingga tahun 2020 mendatang.

”Kita hanya setujui Rp 32 miliar untuk penyertaan modal setelah melihat kondisi keuangan Kotim saat ini,”sebut  Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kotim, Dadang H Syamsu wartawan.

Dijelaskannya, angka itu didapat  dari hasil pembahasan rancangan Peraturan Daerah (Perda) penyerataan modal yang sudah dibahas. Kemudian, dana penyertaan modal kepada PDAM itu, pada tahun 2017 ini akan dikucurkan sebesar Rp 6 Miliar, kemudian pada tahun 2018 nanti akan dikucurkan lagi Rp 10 Miliar, di tahun 2019 Rp 10 Miliar, dan di tahun 2020 sebesar Rp 8 Miliar, sehingga total Rp 32 Miliar.

Dadang menegaskan, dengan adanya dana peyertaan modal yang diberikan kepada PDAM itu, diharapkan PDAM bisa meningkatkan pelayanan kepada masyakat .

Sementara itu sebelumnya,  Direktur PDAM Dharma Tirta Sampit Firdaus Hernan Ranggan mengatakan , PDAM saat ini sebenarnya membutuhkan dana sebesar Rp 109 Miliar. Namun pihaknya menyadari bahwa itu tidak mudah, apalagi jika dana itu diharapkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)Kotim. (Tim – RN)

Share

0 Comments

Join the Conversation