PT KMA "GARAP" LAHAN DI LUAR IZIN.

By Administrator Published on 43:10, 17 Apr 2016.
PT KMA

SAMPIT-RN. Pembangunan menimbulakan efek yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat dimana perusahaan itu berada. Kehadiran Perusahaan Besar Swasta (PBS) di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata tidak semulus harapan dan indahnya janji-janji sebelumnya. Harapan indah bersama bahwa dengan kehadiran PBS maka tarap hidup masyarakat sekitar akan menjadi lebih baik. Tetapi justru permasalah demi permasalahan yang diterima.

PT. Karya Makmur Abdi (PT. KMA) sebuah PBS perkebunan Kelapa Sawit yang beroperasi di wilayah enam desa di Kecamatan Mentaya Hulu, saat ini dituding oleh warga setempat bahwa telah menggarap wilayah lainnya di luar izin lokasi yang dimilikinya, yakni Desa Tumbang Sepiri, Kecamtan Cempaga Hulu.

Seorang Warga Tumbang Sepiri-Kambas kepada Wartawan akhir pekan kemarin di Sampit mengatakan bahwa sepengetahuan warga setempat bahwa PT. KMA beroperasi hanya di enam desa di Kecamatan Mentaya Hulu yakni Desa Tumbang Kaminting, Tumbang Tilap, Kuala Kuayan, Santilik , Santiung dan Desa Penda Durian.

Menurut Kambas bahwa lahan masyarakat Desa Tumbang Sepiri tida ada yang masuk dalam wilayah PT. KMA. Namun saat ini PT. KMA tetap menggarap lahan warga Desa Tumbang Sepiri, yang menyebabkan warga desa sekitas kehilangan puluhan hektar lahan pertanian. Permasalah ini sudah beberapa kali dipertanyakan kepada pihak perusahaan, namun tidak pernah mendapat penjelasan. Demikian halnya dengan tawaran warga untuk bermitra dengan pihak perusahaan, juga tidak ada jawaban.

“Selain menyerobot lahan warga, PT. KMA juga melanggar aturan dengan melakukan penanaman kelapa sawit hingga ke tepian sungai”  ujar Kambas.

Sementara itu Kepala Bagian Ekonomi Sumber Daya manusia dan Sumber Daya Alam Kabupaten Kotim-Wim RK. Benung mengaku tidak mengetahui dengan jelas terkait perizinan yang dimiliki PT. KMA.

“Saya kurang tahu dengan izin lokasi yang dimiliki PT. KMA tersebut, sebab penerbitan izin sebelum saya menjabat sebagai Kabag Ekonomi. Nanti saya cek lagi perizinannya, untuk memastikan luasan dan mencakup wilayah mana saja lahannya (PT. KMA)” ujar Wim RK.Benung. (Tim-RN)

Share

0 Comments

Join the Conversation