PT IMK Puruk Cahu Membara.

By Administrator Published on 35:10, 30 May 2018.
PT IMK  Puruk Cahu Membara.

Palangka Raya – RN. Kebutuhan mendasar mausia  merupakan hal yang tidak bisa ditunda sehingga akan membawa warga pada sikap non komfrimistis pada satu keadaan.

Niat bekerja yang belum bisa diproses oleh PT IMK maka terjadilah pemortalan jalan oleh dua warga Desa Mangkahui Kecamatan Murung di akses operasional PT Indomuro Kencana (IMK) manajemen PT IMK memberikan klarifikasinya.

Dimana melalui Cakrawan, perwakilan manajemen PT IMK kepada sejumlah awak media mengungkapkan bahwa benar telah ada aksi pemortalan yang di wiayah operasional PT IMK.

Bahkan dalam kurun waktu beberapa pekan ini, sudah tiga kali terjadi aksi pemortalan yang dilakukan oleh dua orang warga Mangkahui bernama Atul dan Lika.

Permotalan itu buntut dari pemohonan kedua warga untuk bisa diterima bekerja sebagai karyawan di PT IMK.

“Memang kedua warga tersebut ingin bekrja di PT IMK, namun belum bisa diterima karena memang skill kedua warga tersebut belum dibutuhkan, dan saat ini PT IMK hanya mencari skill PC dan HDT,” tuturnya.

Mungkin kedua warga tersebut tidak menerima penjelasan yang disampaikan sehingga terkesan memaksakan kehendaknya dengan melakukan aksi pemortalan.

Namun Cakrawan menegaskan, tidak akan mengakomidir apabila cara-cara yang dilakukan untuk mendapatkan pekerjaan ada unsur paksaan atau intimidasi.

Dirinya mengatakan, IMK serius dalam memberdayakan pekerja yang berasal dari desa desa binaan dan pekrja lokal. Namun tentu tidak bisa dipaksakan apabila kebutuhan pekerja menggunakan skill tertentu tidak tersedia di sekitar wilayah perusahaan.

“Ya kalau boleh memilih, manajemen perusahaan lebih memprioritaskan pekerja lokal, karena dari sisi biaya lebih hemat, namun apa boleh buat ktika dimina skill tertentu namun tidak tersedia,” tuturnya.

Diungkapkan juga, kalau IMK tetap berkomtimen menjalankan aturan terkait persentase pekrja lokal dan non lokal.

Namun hal itu dilakukan secara bertahap, mengingat selama ini PT. IMK masih belum produksi sehingga terkait penerimaan karyawan masih dibatasi. Dari perkembangan Melamar Pekerjaan tersebut maka muncul lagi Konflik di area perusahaan tambang emas PT Indo Muro Kencana di Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah, Sabtu (29/6) "memakan" empat korban, emmpat anggota Brimob terkena tebasan parang dan dua warga luka terkena peluru karet.

Korban dari anggota Brimob diantara Kasubden 2A Pelopor Brimob Kabupaten Murung Raya (Mura) terkena tebasan parang di kaki sebelah kiri, kata Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Pambudi Rahayu di Palangka Raya, Minggu. "Bripka Sukadi mengalami luka robek di kepala kiri belakang, Bripka Denawan patah kaki kiri dan Briptu I Gede Okta kehilangan jari kelingking dan jari manis tangan kanan putus kena parang," katanya.

Sedangkan dari warga yang korban adalah Pitriadi bin Syahran alias Billi (28) mengalami luka tembak di kaki sebelah kiri dan rojikin (40) luka lecet atau tergores di badan sebelah kiri. Kedua warga yang terkena tembakan peluru karet tersebut berasal dari desa Mangkuhui kabupaten Murung Raya dan ikut dalam aksi penjarahan di areal PT IMK. "Semua korban sudah dibawa ke RSUD Puruk Cahu maupun RS Bhayangkara Palangka Raya. Sedangkan kondisi ke enam korban sudah stabil dan sadar," katanya.

Pambudi mengatakan, konflik tambang tersebut bermula dari adanya kerumunan massa yang diperkirakan jumlahnya mencapai 2.000 orang dan ingin mengambil hasil tambang perusahaan PT IMK. Namun karena ada lima anggota Brimob Puruk Cahu yang ditugaskan mengamankan area tersebut selama beraktivitas, terpaksa menghadapi massa yang berusaha mengambil hasil tambang perusahaan tersebut. "Selain memakan enam korban, 20 unit kendaraan operasional, 13 unit pecah kaca, dua unit bus karyawan, 7 unit mobil dibakar, ruang kerja dan kamp pekerja itu rusak akibat benda tumpul maupun dibakar," kata Pambudi.

Dia mengatakan, sembilan bangunan, satu unit kantor mining, satu unit kantor administrasi, dua unit barak, satu unit ruang makan, satu unit pos satpam muro III, satu unit kantor office, satu unit pos Portal ikut rusak. "Petugas kami sekarang sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa para saksi dan mencari bukti tambahan lainnya," demikian Humas Polda Kalteng AKBP Pambudi Rahayu. (TIM – RN)

 

Share

0 Comments

Join the Conversation