POKTAN Dayak Misik Minta HGU PT NSP diukur ulang.

By Administrator Published on 05:09, 12 Mar 2018.
POKTAN Dayak Misik Minta HGU PT NSP diukur ulang.

Kota Besi – RN. Kegiatan aksi di lapangan  oleh Masyarakat  di areal PT NSP Kandan dilakukan mengacu pada rapat yang lakukan di aula kecamatan Kota Besi Kelompok Tani Dayak Misik. Mereka berniat menghentikan aktivitas perusahaan sawit PT Nusantara Sawit Persada (NSP) yang berada di luar izin atau Hak Guna Usaha (HGU).

Kelompok Tani Dayak Misik itu beranggotakan masyarakat dari sejumlah desa di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Tim Pendamping dan Advokasi Kelompok Tani Dayak Misik Kabupaten Kotawaringin Timur, Muhammad Jais membenarkan aksi tersebut. Aksi tersebut dilakukan karena dinilai tidak ada usaha baik dari PBStersebut  untuk mengakomodasi keinginan kelompok tani dari desa Kandan, Camba, Soren, Palangan dan Simpur.

"Aksi ini kami lakukan untuk menghentikan kegiatan PT NSP di luar HGU, aksi ini dilakukan oleh kelompok Tani Dayak Misik Kotim dan juga hadir dari Provinsi Kalteng," kata Jais.

Dalam surat pemberitahuan kepada PT NSP terhadap aksi yang disebut Seribu Desa Dayak Misik Menggatang Utus tersebut banyak lahan PT NSP yang dinilai berada di luar HGU atau izin yang diberikan oleh Pemkab Kotim. Di Desa Kandan ada sekitar 2.800 hektare, Desa Camba 336 hektare, Desa Soren 560 hekatare, Desa Palangan 400 hektare, dan Simpur 100 hektare.

Aksi itu dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/Permentan/OT/140/2/2017 dan hasil rapat pembahasan permohonan pelepasan kawasan untuk perkebunan kelapa sawit PT NSP.

Mediasi antara warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Dayak Misik dengan PT NSP sudah sering kali dilakukan. Namun sampai kini tidak ada penyelesaian. Warga menuntut agar PT NSP merealisasikan kemitraan plasma.

Dilapangan Ratusan warga di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur yang tergabung dalam Kelompok Tani Dayak Misik melakukam aksi di PT Nusantara Sawit Persada yang beroperasi di wilayah mereka, Senin (12/3/2018).

Aksi itu menuntut plasma kepada perusahaan tersebut yang di lakukan warga Desa Kandan, Camba, Soren, Palangan dan Simpur. Hadir juga dalam kegiatan itu Kelompok Tani Dayak Misik Kabupaten Kotim, Provinsi Kalteng dan dari Pemkab Kotim. 

Dalam kegiatan dilapangan itu ada beberapa poin kesepakatan antara warga di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotim yang tergabung dalam Kelompok Tani Dayak Misik dengan PT Nusantara Sawit Persada (NSP) setelah warga melakukan aksi pemortalan menuntut plasma kepada perusahaan.

"Ada beberapa point yang disepakati dalam mediasi di kantor Kecamata  Kota Besi," kata Anggota Tim Pendamping dan Advokasi Kelompok Tani Dayak Misik Kabupaten Kotim, Dias Manthongka yang didampingi anggota lainnya Abdul Kadir. 

Butir kesepakatan antara lain:

1. Sepakat menindaklanjuti hasil pertemuan yang dilakukan pada 4 Mei 2017

2. Sepakat melakukan pengukuran ulan dan cek lapangan pada 15 Maret 2018 oleh tim gabungan dari Pemkab Kotim

3. Kedua belah pihak sepakat dengan difasilitaai Pemkab Kotim menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut

4. Lokasi yang diportal agar dilepas

Sementara itu pihak perusahaan juga membuat pernyataan yang diwakili oleh pihak manajemen di antaranya Ari Rachmanto, Jeni Radianto dan Ardiansyah. 

Dalam pernyataan yang ditanda tangani di atas materai itu mereka menyatakan kesiapannya untuk mendampingi kegiatan di lapangan pada 15 Maret 2018 bersama Pemkab Kotim serta menyerahkan hasil cek lapangan untuk memfasilitasi kembali PT NSP dengan Kelompok Tani Dayak Misik. (Tim – RN)

Share

0 Comments

Join the Conversation