Pengambilan Sumpah/Janji Advokat dari Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI)

By Administrator Published on 32:05, 21 Dec 2018.
Pengambilan Sumpah/Janji Advokat dari Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI)

Palangka Raya – RN. Rabu Tanggal 20 April 2018. Bertempat di Kantor Pengadilan Tinggi Palangka Raya dilaksanakan Sidang Luar Biasa Pengadilan Tinggi Palangka Raya dalam Acara Pengambilan Sumpah/Janji Advokat dari Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Tahun 2018  yang dipimpin dan dibuka langsung oleh Bpk. DR. H. Syahrial Sidik, S.H., M.H. Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya dengan didampingi oleh dua hakim anggota.

Sidang Luar Biasa Pengadilan Tinggi Palangka Raya dalam Pengambilan Sumpah/Janji Advokat Tahun 2018 diikuti oleh 14 Advokat yang tergabung dalam Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) dihadiri oleh : Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palangka Raya, Kapolda Kalimantan Tengah (atau yang mewakili), Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya (atau yang mewakili), Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Kalimantan Tengah (atau yang mewakili), Para Hakim Tinggi dan Hakim Ad Hoc Pengadilan Tinggi Palangka Raya, Ketua Pengadilan Negeri Palangka Raya, Perwakilan Dewan Pimpinan Nasional Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Bpk. Dheky Wijaya, S.H. dan para tamu undangan.

DR. H. Syahrial Sidik, S.H., M.H. Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya Dalam sambutannya berpesan pada para Advokat mudu untuk mengembangkan diri baik dalam ilmu Hukum maupun dalam kemajuan IPTE “sebaiknya para Advokat untuk mendaftarkan diri pada program Layanan e-Court guna memenuhi azas perdilan yang cepat murah dan bias dipertanggung jawabkan” kata DR. H. Syahrial Sidik, S.H., M.H

Begitu pentingnya peradilan yang murah maka Mahkamah agung akan terus memberikan pelayanan bagi masyarakat dalam mencari keadilan. Lewat Perma No. 3/2018 tentang administrasi perkara di Pengadilan secara elektronik yang disebut dengan e-court. E-court adalah layanan bagi pengguna terdaftar untuk mendaftarkan perkara secara online, mendapatkan taksiran panjar biaya perkara secara online, pembayaran secara online dan pemanggilan yang dilakukan dengan surat elektronik, dengan adanya layanan e-court ini memudahkan advokat dalam mendaftarkan perkara dan menghilangkan adanya pungli di lapangan. Dalam hal pendaftaran perkara online, saat ini baru dikhususkan untuk advokat, pengguna harus terdaftar dan mendapatkan akun, dengan mekanisme validasi advokat oleh Pengadilan Tinggi tempat advokat disumpah.

Sedangkan pendaftaran dari perseorangan atau badan hukum akan diatur lebih lanjut oleh MA Untuk pendaftaran perkara secara online, sebutnya, dilakukan setelah terdaftar sebagai pengguna terdaftar dengan memilih Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kelas 1A khusus, yang sudah aktif melakukan pelayanan e-court. Dan semua berkas pendaftaran, lanjutnya dikirim secara elektronik melalui aplikasi e-court ke MA.

“Pendaftaran secara otomatis mendapatkan taksiran panjar biaya atau e-SKUM dan nomor pembayaran atau virtual account yang dapat dibayangkan melalui saluran elektronik atau multichannel yang tersedia,” DR. H. Syahrial Sidik, S.H., M.H. Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya yang sebentar lagi akan meninggalkan Kalteng dan  bertugas di Mahkamah Agung.

Setelah mendapatkan nomor perkara secara online, advokat bisa melengkapi data pihak yang berperkara, meng-up load berkas perkara, mendapatkan taksiran panjar biaya perkara, setelah itu melakukan pembayaran. Kemudian, menunggu verifikasi dan mendapatkan nomor perkara dari pengadilan tempat mendaftarkan perkara. (Tim – RN)

Share

0 Comments

Join the Conversation