Mussolah Nurul Jannah berhasil membagikan Zakat di 1440 H.

By Administrator Published on 15:04, 05 Jun 2019.
Mussolah Nurul Jannah berhasil membagikan Zakat di 1440 H.

Sampit – RN. Salah satu rukun Islam yang harus dilakukan oleh seorang muslim adalah membayar zakat. Zakat adalah ibadah kepada Allah, yakni dengan cara mengeluarkan sebagian harta kepada orang yang wajib, manakala harta tersebut sudah mencapai nisabnya.

Panitia Zakat Musallah Nurul Jannah Komplek Tidar Blok A pada akhir Ramadhan 1440 H telah melakukan penerimaan Zakat dari Warga Komlek Tidar dan sekitarnya, dan terakhir Tanggal 4 Juni 20191 sekaligus dibagikan kepada yang berhak menerimanya.

Agama Islam membagi zakat menjadi dua jenis macam zakat. Pertama, zakat fitrah, dan Kedua, zakat maal. Pada kesempatan ini kita akan membahas sedikit mengenai apa yang dimaksud dengan dua jenis zakat tersebut.

Zakat Fitrah Arti adalah zakat yang berupa makanan atau sembako yang pembayarannya bisa di lakukan pada hari pertama Ramadhan atau bisa di hari akhir bulan Ramadhan, selama belum melakukan shalat Idul Fitri. Karena jika sudah melewati batas tersebut dianggap sebagai shadaqah.

Sebagian besar masyarakat Indonesia sering membayar zakat fitrah ini dalam bentuk beras. Jumlah untuk zakat fitrah ini adalah satu sa’ atau 3,2 liter, atau setara dengan 2,5 kg.

Melaksanakan pembayaran zakat fitrah ini hukumnya adalah wajib bagi siapapun. Baik laki-laki, perempuan, muda, tua, merdeka atau sahaya. Bahkan seorang bayi yang lahirnya di malam terakhir bulan Ramadhan pun juga sudah terkena hukum wajib. Seperti yag dijelaskan dalam hadits di atas. Bahwa apapun yang kita bayarkan setelah Shalat Idul Fitri, maka itu dianggap sebagai sebuah sedekah saja.

Rukun atau sesuatu yang harus dipenuhi dalam melaksanakan zakat fitrah ini adalah:

  1. Niat
  2. Muzakki (orang yang melakukan zakat)
  3. Mustahiq (orang yang berhak menerima zakat)
  4. Sesuatu yang dizakatkan

Syarat-Syarat bagi Wajib Zakat Fitrah

Orang yang wajib zakat ini juga punya syarat-syaratnya sendiri, yakni:

  1. Muslim (Orang tersebut beragama Islam)
  2. Masih mempunyai simpanan makanan yang lebih, untuk dirinya sendiri, dan keluarganya sampai pada waktu Hari Raya Idul Fitri datang
  3. Orang yang masih hidup sampai waktu terbenamnya matahari di waktu akhir Ramadhan, termasuk bayi yang baru lahir. Adapun bayi yang dilahirkan pada waktu malam Idul Fitri sudah tidak terkena wajib zakat.

Zakat ini tentu sangatlah bermnafaat, baik bagi diri kita maupun orang lain yang memutuhkan zakat tersebut. Sebagian manfaat dari zakat fitrah tersebut adalah:

  1. Menghindarkan diri daris sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan
  2. Mensucikan diri kita dari perbuatan-perbatan yang tidak bermanfaat dan sia-sia
  3. Tidak merasakan khawatir atas dirinya maupun harta yang dimilikinya, sehingga membuat hidup menjadi tenang
  4. Mempererat persaudaraan satu sama lain

Zakat Maal Pengertian zakat maal adalah harta yang dikeluarkan dari sebagian harta yang kita miliki, dan diberikan kepada mereka yang berhak menerima (mustahik), dengan ketentuan yang sudah ditentukan. Zakat maal ini ditentukan oleh haul (masanya) atau ketika sudah mencapai ukuran satu nisab.

Di Mussallah Nurul Jannah terkumpul Zakat Fitrah 1440 H Uang sebesar Rp 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah) seta Zakat Berupa Beras 160Kg, menurut Petugas Zakat Nurul jannah Wasis “semua zakat yang terkumpul langsung kami salurkan ke yang berhak menerimanya di sekitar komplek Tidar”  kata wasis kepada Rankannauli.com 4 Juni 2019. (Tim – RN)

Share

0 Comments

Join the Conversation