Kalimantan dikepung pintu masuk Jaringan Besar Narkoba.

By Administrator Published on 07:07, 26 Feb 2018.
Kalimantan dikepung pintu masuk Jaringan  Besar Narkoba.

Sampit – RN. Lembaga swadaya masyarakat Aksi Masyarakat Anti (Sikat) Narkoba yang bermarkas di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar talk show anti narkoba, sebagai bentuk aksi mereka melawan peredaran narkoba. Organisasi yang dibidani sejumlah aktivis Kotim dan diketuai oleh Iwan Setia Putra ini menghadirkan mantan Deputi Penindakan BNN Irjen (Pur) Benny Jozua mamoto. Ketua Panitia Suhartono Firdaus mengatakan, pihaknya pada talk show yang diikuti oleh PNS, pelajar, dan mahasiswa sesuai dari Absen kepesertaan.

“dalam kegiatan ini kita mendapat  dukungan dari semua pihak, pemerintah, kepolisian, maupun masyarakat. Kami beterimakasih atas atensi banyak pihak pada  talk show ini,”
kata Joko (Panggilan akrab Suhartono Firdaus), minggu 25 Pebruari 2018 di werra hotel sampit.

Dalam talk show tersebut terungkap dikotim terdapat 34.000 korban Narkoba dari kurang lebih 400 ribu penduduk Kabupaten Kotim ini angka yang sangat membahayakan. Juga dijelaskan oleh Kasat Narkoba AKP Ronny Marthius Nababan perkembangan Penangkapan 2 Truk obat jenis daftar G charnophen /Zenith (yang bisa bikin takatek jar urang sampit) dengan tersangka 2 supir dan 3 pekerja di gudang telah masuk penyidikan tahapII serta Barang Bukti ya telah dilimpahkan ke Kejaksaan . Juga diadakan penandatanganan MOU RT Bebas Narkoba yang salah satunya  RT H salapudinoor (Ketua RT 10 RW 03 Kelurahan Baamang Barat Kecamatan Baamang)

Salah satu pembicara utama dalam talk show iyalah mantan Deputi Penindakan BNN Irjen (Pur) Benny Jozua mamoto menyampaikan “keterlibatan Aparat sudah terbukti jelaskami telah menangkap beberapa pejabat berbagai instansi. Kalimantan dikepung dengan kegiatan narkoba, Bandar besar bos narkoba wong cing in yang beroperasi di Indonesia yang mengatur jalur pintu-pintu masuk di pulau Kalimantan berdomisili di Tarakan mereka merekrut pengedar serta kurir dalam jaringan keluarga para pelaku melalui medsos. Terakhir korban narkoba di Indonesia sudah mencapai 6 juta jiwa sedangkan kemampuan rehab BNN hanya 50.000 orang /Tahun” kata benny dalam paparannya.

Dalam talk show dari uadiens juga ada memberikan masukan kepada Pihak BNN untuk biasa dibawa ke regulator kebijakan  di pusat. Disampaikannya Harga Narkoba di Indonesia cukup mahal di banding Negara lain di dunia ini disebabkan karena banyak pemakainya, pemakai banyak di Indonesia karena kurangnya aktifitas bermanfaat yang ada dan tersedia di Indonesia sehingga hal ini rentan untuk dipengaruhi oleh jaringan narkoba yang bermodal melebihi besar dari APBD / Tahun satu Kabupaten (Rp 1,5 Trliyun/Tahun) seperti penangkapan 2 Truk obat jenis daftar G charnophen /Zenith yang bernilai Rp 4,5 Triliun. Indonesia terlah Terkondisi dari Undang-undang yang berlaku sehingga pemerintah dan masyrakatnya seolah-olah tidak bisa maksimal dalam menyelesaikan penyakit masyarakat dalam hal ketergantungan pada narkoba namun kita tetap harus melawan peredaran narkoba di NKRI tercinta ini dengan segala kemampuan yang ada. Kita harus juga mengawal dan memberikan masukan pada pembuatan Undang-undang di Negara NKRI ini jangan sampai undang-undang menjadi hambatan kemajuan dan kesejahtraan Negara Kesatuan Republik Indinesia. (Tim – RN)

Share

0 Comments

Join the Conversation