Halikinoor SH,MM Resmi membuka kegiatan PKB Guru TK dan SMP se Kotim.

By Administrator Published on 37:01, 27 Sep 2019.
Halikinoor SH,MM Resmi membuka kegiatan PKB Guru TK dan SMP se Kotim.

Sampit – RN. Sekertaris Daerah Pemkab Kotawaringin Timur bapak Halikinoor SH,MM Resmi membuka kegiatan Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) Guru jenjang TK dan SMP tahun Anggaran 2019 Senin 27 September 2019 di Gedung Wanita Sampit. Kegiatan di hadiri oleh Kadis Pendidikan Kotim  Drs. H Suparmadi serta Kepala Bidang Pembinaan GTK diknas Kotim Drs Muhammad Guntur, MM serta 200 Peserta PKG dan 50 Peserta MGMP dari Kotim.

Kadis Pendidikan Kotim Drs. H Suparmadi Meminta kepada 250 Peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh sungguh.

Sebelum membuka dengan resmi kegiatan Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB)  dalam  Sambutannya Sekda Kotim Halikinoor, SH, MM mengatakan “tenaga Guru dan Kesehatan akan kita perhatikan pada tahun anggaran 2021 dibidang kesejahtraannya itu merupakan kewenang kami dalam memajukan dunia pendidikan sementara untuk mencerdaskan Bangsa merupakan tugas Guru juga nanti kita akan seleksi guru Honor yang berkinerja baik 43 oprang untuk kita angkat menjadi PNS karena dana kita nanti  mencapai Rp 1 Triliun, sementara di 2020 kita masih terfokus pada Multyers pada infrastruktur, kita harus bisa lebih maju dari negara lain karen SDA kita kaya” Kata Halikin

Kedepan Pola pembangunan Kotim  akan tuntaskan satu macam Proyek Pembangunan “nanti kita akan Fokus pada satu Pembangunan seperti mau membangun Rumah guru harus selesai pembangunanya di satu tahun anggaran jadi tidak harus menunggu dana anggaran berikutnya” kata Halikin.

Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan guru yang bersangkutan. Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan untuk mencapai dan/atau meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesi guru. Hal ini nantinya juga sekaligus berimplikasi pada perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru.

Pada Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, PKB adalah unsur utama yang kegiatannya juga diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru, selain kedua unsur utama lainnya, yakni: (1) pendidikan;  (2) pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan. Menurut Permennegpan itu telah pula dijelaskan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) terdiri dari 3 komponen, yaitu: pengembangan diri, publikasi ilmiah, karya inovatif.

Pengembangan diri merupakan upaya-upaya  yang dilakukan oleh seorang guru dalam rangka meningkatkan profesionalismenya. Dengan demikian ia akan mempunyai kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan

Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua jenis, yaitu diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru. Kegiatan pengembangan diri ini dimaksudkan agar guru mampu mencapai dan/atau meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup: kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang dimaksud di atas dalam kaitan dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB),  diorientasikan kepada kegiatan peningkatan kompetensi sesuai dengan tugas-tugas tambahan tersebut (misalnya kompetensi bagi kepala sekolah, kepala laboratorium, kepala perpustakaan, dsb).

Tujuan umum pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan secara khusus tujuan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah sebagai berikut; 

  1. Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku.
  2. Memutakhirkan kompetensi guru untuk memenuhi kebutuhan guru dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk memfasilitasi proses pembelajaran peserta didik. 
  3. Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.
  4. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru.
  5. Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru di   masyarakat.
  6. Menunjang pengembangan karir guru

Sementara Manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terstruktur, sistematik dan memenuhi kebutuhan peningkatan keprofesian guru adalah sebagai berikut:

  1. Bagi Peserta Didik. Dengan adanya pelaksanaan PKB, maka peserta didik memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar yang efektif.
  2. Bagi Guru. Kepada guru dengan melaksanakan PKB (pengembangan keprofesian berkelanjutan) akan dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif  sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa datang.
  3. Bagi Sekolah/Madrasah. Sekolah/Madrasah akan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas bagi peserta didik.
  4. Orang tua/masyarakat memperoleh jaminan bahwa anak mereka mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan pengalaman belajar yang efektif.
  5. Bagi Pemerinta, dengan adanya PKB akan memberikan jaminan kepada masyarakat tentang layanan pendidikan yang berkualitas dan profesional.

Sasaran kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah semua guru pada satuan pendidikan yang berada di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan/atau Kementerian lain, serta satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. (Tim – RN)

Share

0 Comments

Join the Conversation