Darul Ikuti Persidangan di PN Manggala

By Administrator Published on 30:11, 26 Oct 2019.
Darul Ikuti Persidangan di PN Manggala

Mesuji – RN. Persidangan Pidana Lakalantas  yang di gelar  lewat tengah hari di PN Manggala pada tangggal 21 Oktober 20191 dengan saksi korban Darul Bufferzone  laki-laki 35 tahun  penduduk  Mesuji lampung Menghadirkan tersangka MTR dan tiga saksi yang mengtahui kejadian lakalantas tersebut .

Hakim pada persidangan itu setelah membuka persidangan langsung mempersilahkan Para Saksi dan tersangka untuk menempati tempatnya,  kemudian Pada saat penyumpahan ada salah seorang saksi yang tidak di sumpah dengan alasan ada pertalian keluarga dengan tersangka.

Ketika Hakim mempersilahkan Saksi Korban untuk menjelaskan apa yang dialaminya dan Darul menjelaskan  “Di dalam keterangan tambahan saya yang tercantum didalam BAP Tambahan mengenai sebelum saya ditabrak mobil pelaku pada hari yang sama, saya sampaikan bahwa pada tanggal 21 Mei 2019 saya ada masalah/cek-cok dengan istri Pelaku (Indah Wulandari) di Ruang Rapat Dinas PUPR Kab. Mesuji yang dipimpin oleh Kadis PUPR Najmul Fikri, Siti Choilimah/Metty, I Kadek Sudana, Suheri, dan Maryono. Kondisi rapat tegang dan Dead Lock sampai dengan akhir rapat sekitar jam 15.00 WIB. Setelah saya jalan pulang, diperempatan Desa Mekar Sari saya ditabrak Mobil Roda 4 Pelaku sekitar jam 16.30 WIB yang merupakan Suami dari Indah Wulandari. Tetapi keterangan saya dalam BAP Tambahan ini tidak dikembangkan/dikoordinasikan oleh Penyidik ke Penyidikan Percobaan Pembunuhan yang dilakukan oleh Pelaku sehingga Pasal yang dikenakan hanya Pasal Laka Lantas saja akibatnya saya tidak tahu alasan sebenarnya Pelaku mencoba membunuh saya dengan cara menabrak saya” Jelas Darul dalam sidang dimuka hakim 21 Oktober 2019.

Dalam kerterangan Darul sebagai Saksi Korban Laka di wilayah polres Mesuji menolak Seket yang di buata oleh Penyidik Lantas Polres Mesuji “Seket Kejadian Laka-lantas yang saya alami tidak dimintai keterangan dari saya dan saya tidak setuju seket yang ada di dalam BAP yang diajukan dalam sidang ini, Surat Pemberitahuan Perkembangan Perkara Tidak diberikan secara rutin sesuai perkembangan kasus kemudian Surat Pemberitahuan bahwa Perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaaan Negeri Menggala tidak saya terima, Saya merasa kalau saya tidak bertanya saya tidak diberitahu sebagai contoh saya menanyakan ke Briptu Fadli pada tanggal 1 oktober 2019 melalui WhatsApp (WA) mengenai Kendaraan Mobil Pelaku yang menabrak saya sudah tidak ada di Kantor Laka Lantas Polres Mesuji, baru dijawab oleh Briptu Fadli pada tanggal 2 oktober 2019 bahwa kendaraan tersebut sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Menggala, baru saya tahu bahwa Perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaaan. Karena Surat Pemberitahuan Pelimpahan ke Kejaksaan tidak saya terima, maka saya tidak tahu pasal Final / Akhir yang disangkakan ke Pelaku, tiba-tiba saya ditelp untuk menghadiri sebagai Saksi pada Sidang di Pengadilan Negeri Menggala pada tanggal 21 Oktober 2019, ternyata Pasal yang dikenakan hanya Pasal mengenai Laka Lantas saja saya merasa dirugikan secara Hukum di PN Menggala ini” jalas Darul lagi-lagi dalam Persidangan  di PN Manggala.

Menurut Darul Dia heran kenapa Penyidik Polres Mesuji tidak Mengembangkan kesaksiannya sebelum ditabrak Tersangka MTR sore 21 Oktober 2019 sehingga darul mencoba menagdukan hal kecelakaannya ke Reskrim Polres Mesuji “Atas kejadian yang saya alami, saya berinisiatif sendiri mengajukan Laporan Percobaan Pembunuhan terhadap Diri saya sekitar bulan Juli 2019 ke SPK Polres Mesuji dan dari Petugas SPK Polres Mesuji mengarahkan dan mengantar saya ke ruangan Reskrim Polres Mesuji bertemu  Ambon, saya menjelaskan kepada beliau maksud tujuan saya untuk membuat laporan percobaan pembunahan terhadap diri saya. Penjelasan dari  Ambon Laporan baru tidak bisa dibuat karena sudah ada Laporan Kejadian Laka Lantas (untuk kejadian yang sama), tetapi tinggal pengembagan dari Penyidik Laka Lantas apabila kami dilibatkan/dilimpahkan dalam Proses Penyidikan oleh Penyidik Laka Lantas kami siap memproses, tetapi sampai dengan awal persidangan ternyata Pasal yang dikenakan masih Pasal Laka Lantas saja Saya merasa dirugikan secara Hukum sebetulnya sudah  ada petunjuk yang jelas tersangka MTR untuk di kenakan Pasal 311 Ayat 3 dan Ayat 4 UU 2009  Tentang LLAJ karena menurut saya itu dengan sengaja”  kata darul .

Darul juga merasa jiwa nya terancam setiap saat karena tersangka masih dibiarkan bebas berkeliaran oleh Polisi Mesuji sampai di sidang 21 Oktober 2019 “Pelaku penabrak saya tidak di tahan, saya merasa khawatir pelaku akan mengulangi perbuatannya ingin membunuh saya pada waktu kapan saja, dan untuk perlakuan Oknum  Penyidik  Polres Mesuji ini sudah saya mohonkan kepada Kapolda Lampung untuk diberikan peringatan ” kata Darul.

Perkara lakalantas yang digelar di PN Manggala dengan Tersangkan MTR dengan saksi Korban Darur Bufferzone memang cukup lama baru bisa dilaporkan pemberitahuan permulan penyidikannya dan untuk SPDP tersebut atas koordinasi Penyidik dengan Saksi Korban . (Tim - RN)

Share

0 Comments

Join the Conversation